8/15/2013

5 Penyebab Bau Tidak Sedap Pada Miss V

Organ intim wanita adalah bagian yang istimewa. Letaknya tersembunyi tetapi harus dirawat lebih 'ribet' dibandingkan anggota tubuh yang lain. Saat aroma miss V mulai tidak sedap dan tidak seperti hari-hari biasanya, wanita sering panik.

Kepanikan ini sering membuat wanita meminum obat pengharum miss V atau memakai sabun khusus agar aroma organ intim kembali normal, padahal cara tersebut bisa semakin memperparah keadaan. Ada banyak penyebab bau tidak sedap pada miss V. Kenali dulu penyebabnya, baru lakukan pengobatan atau pencegahan!


Bacterial Vaginosis atau Bakteri Vagina
Bacterial Vaginosis tidak seseram namanya, karena hal ini adalah sesuatu yang wajar dan penyebab umum bau pada miss V. Organ intim wanita dihuni oleh bakteri alami yang akan merawat kesehatan miss V. Jika jumlah bakteri alami ini berlebih, memang akan tercium aroma yang lebih menyengat.
Penyebab Bacterial Vaginosis belum diketahui, gejala lain yang timbul adalah gatal dan nyeri pada miss V. Untuk mengatasi masalah ini, segera periksakan ke dokter. Biasanya pengobatan tidak terlalu banyak, antibiotik sudah bisa mengatasi masalah bau pada organ intim akibat bakteri alami yang berlebih.

Infeksi Jamur
Infeksi jamur adalah hal yang sering menjadi penyebab bau pada organ intim wanita, dan membuat tidak nyaman. Ciri-cirinya adalah aroma yang tidak biasa, cairan keputihan warna putih susu dan agak kental, area Miss V terasa gatal dan panas. Antibiotik dan sabun organ intim tidak akan menyelesaikan masalah infeksi jamur, Anda disarankan mengunjungi dokter jika mengalami gejala infeksi jamur.

Penyakit Menular Seksual
Beberapa Penyakit Menular Seksual dapat menyebabkan bau tidak enak pada miss V. Penyakit Menular Seksual yang sering menyebabkan bau pada miss V adalah klamidia dan gonore. Penyakit ini dapat mudah diobati jika segera ditangani, tetapi bisa terjadi komplikasi jika tidak segera diobati.
Yang menyeramkan, gejala klamidia dan gonore sering tidak dirasakan. Biasanya hanya bau yang berbeda dari biasanya dan rasa nyeri saat buang air kecil. Pemeriksaan secepatnya pada dokter sangat diperlukan, hindari hubungan intim yang tidak aman.

Penyakit Radang Panggul
Penyakit radang panggul terjadi ketika bakteri (biasanya menular secara seksual) berjalan melalui vagina ke dalam rahim. Biasanya Penyakit Menular Seksual ini terdiagnosis sebagai klamidia. Penyakit ini sering tidak terdeteksi hingga terjadi kesulitan saat hamil.
Jika Anda mencium aroma tidak sedap pada miss V, nyeri panggul, demam, sering merasa nyeri saat berhubungan intim dan saat buang air kecil, segera periksakan kemungkinan klamidia. Efek buruk penyakit ini tidak hanya bau pada Miss V, tetapi juga kemandulan dan masalah kehamilan.

Kebersihan Miss V Tidak Dijaga
Banyak masalah bau Miss V terjadi karena kurang kesadaran untuk membersihkan dan merawat daerah ini. Bahkan masalah ini bisa terjadi pada anak perempuan. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam hal merawat kebersihan Miss V.
  • Ganti celana dalam dua kali sehari. Jika celana dalam terasa lembab atau basah, segera ganti. Akan lebih baik jika Anda membawa celana dalam cadangan dalam dompet kecil, sehingga dapat Anda pakai sewaktu-waktu. Atau gunakan pantyliner jika perlu.
  • Hindari menggunakan sabun pembersih daerah kewanitaan, apalagi yang mengandung parfum. Cukup bersihkan daerah miss V dengan air bersih.
  • Pastikan tangan Anda sudah dicuci bersih sebelum menyeka atau membasuh miss V.
  • Bersihkan Miss V dari arah depan ke belakang, untuk menghindari perpindahan bakteri dari dubur.
  • Jangan pernah menggunakan krim, gel, tablet, pil yang dimasukkan ke dalam miss V dengan asumsi bisa mengencangkan, merapatkan atau mengharumkan. Kecuali atas saran dokter! Hindari membeli barang-barang tersebut yang dijual secara bebas.
  • Ganti pembalut setidaknya 4 jam sekali saat Anda sedang menstruasi.
Semoga tips ini bisa membantu. Jangan sembarangan mengobati sendiri miss V yang mengeluarkan bau tidak sedap. Percayakan kesehatan dan pengobatan masalah miss V pada dokter terpercaya.
READ MORE - 5 Penyebab Bau Tidak Sedap Pada Miss V

5 Tips Alami Agar Cepat Hamil

Bagi wanita yang sudah menikah, kehamilan adalah masa yang ditunggu. Hanya saja, tidak semua wanita dapat hamil dengan cepat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa hanya 20 persen wanita yang berhasil hamil dalam satu siklus menstruasi. Karena itu, Anda harus mempertimbangkan beberapa tips agar bisa mendapatkan kehamilan dengan mudah.


Inilah beberapa tips agar wanita cepat hamil dengan cara alami:

Hubungan Intim di Masa Subur
Setiap wanita memiliki siklus dan tanggal tertentu di mana dia berada dalam kondisi paling subur. Saat wanita dibuahi dalam masa subur, kesempatan untuk hamil semakin besar. Untuk memastikan Anda dibuahi di saat yang tepat, hitung masa subur Anda. Jika interval masa menstruasi Anda adalah 28 hari, maka hitung 14 hari setelah hari pertama menstruasi, maka di hari-hari tersebut adalah masa subur Anda.
Tips lain yang bisa Anda lakukan adalah meminta suami untuk tidak berhubungan intim 3 hari sebelum masa subur. Lalu saat masa subur tiba, Anda bisa berhubungan intim dengan suami. Tips lain adalah meminta suami agar tidak segera melepas Mr P dari Miss V Anda setelah ejakulasi. Biarkan beberapa saat Mr P tetap di dalam Miss V agar sel sperma tidak keluar dan bisa membuahi sel telur Anda.

Tingkatkan Jumlah Asam Folat Dalam Tubuh
Asam folat adalah zat yang dibutuhkan wanita hamil dan memberi Anda kesempatan lebih besar untuk hamil. Asam folat terkandung dalam bahan-bahan alami seperti kacang tanah, daging sapi, hati sapi, kacang-kacangan, bayam, brokoli, alpukat, dan jamur kancing.

Hentikan Kebiasaan Mengonsumsi Minuman Beralkohol dan Merokok
Beberapa bulan sebelum merencanakan kehamilan, hentikan kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol dan merokok. Tubuh Anda harus netral dari racun yang terkandung dalam dua zat tersebut sebelum hamil. Jika tubuh Anda sudah lebih sehat, maka kehamilan yang sehat bisa Anda dapatkan. Hal yang sama juga harus dilakukan jika Anda suka mengonsumsi junk food. Menghentikan kebiasaan ini sebelum kehamilan sangat disarankan.

Berhubungan Intim Dalam Batas Normal
Pasangan yang baru menikah biasanya memiliki kehidupan intim yang lebih menggebu, satu hari bisa sampai dua kali, setiap hari. Asumsi bahwa semakin sering berhubungan intim semakin cepat hamil sebenarnya tidak terlalu tepat. Sel sperma memiliki masa untuk 'matang' selama dua hari. Sehingga bila hubungan intim dilakukan setiap hari, kondisi sperma belum cukup matang untuk membuahi sel telur. Di luar saran untuk berhubungan intim saat masa subur, dua hari sekali adalah jumlah yang disarankan jika Anda menginginkan kehamilan.

Tidak Perlu Diet
Anda ingin hamil? Maka tidak perlu melakukan diet yang terlalu 'menyiksa'. Yang harus Anda lakukan adalah menjaga keseimbangan asupan kalori, karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan nutrisi lain dalam kondisi tepat dan seimbang. Setiap wanita memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda, Anda bisa berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan pola makan yang sehat untuk mempersiapkan kehamilan.

 

READ MORE - 5 Tips Alami Agar Cepat Hamil

6/21/2013

Puasa di Saat Hamil

Banyak Ibu hamil memilih untuk berpuasa dalam waktu tertentu, terutama pada bulan ramadhan yang sebentar lagi akan tiba. Pertanyaan ini seringkali keluar dari ibu-ibu yang sedang hamil, “ Apakah saya boleh berpuasa? Apakah ada pengaruh puasa terhadap kesehatan si kecil?” . Jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini sangat bervariasi, namun semua tergantung dari kondisi kesehatan si ibu sendiri.  Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui efek puasa terhadap kehamilan dan janin, namun hasil yang didapatkan masih kurang memuaskan dan sungguh tergantung dari kondisi si ibu sendiri.

Apakah Efek dari Berpuasa Saat Hamil?
Beberapa penelitian telah dilakukan untuk melihat perbedaan  berat lahir dari bayi yang dilahirkan oleh ibu yang berpuasa dan tidak ,  dan hasilnya tidak didapatkan perbedaan yang signifikan antara bayi dari ibu yang berpuasa, dan bayi dari ibu yang tidak berpuasa. Begitu juga dengan IQ bayi dan tidak menemukan perbedaan. Hal ini berlaku juga dengan sampel darah dari ibu puasa dan menemukan bahwa tidak didapatkan perubahan yang dan cenderung untuk  tidak membahayakan ibu atau bayinya.

Apakah saya boleh berpuasa saat hamil?
Tidak ada jawaban yang pasti, namun semua tergantung dari kondisi  ibu dan usia kehamilannya.
Bagi ibu yang hamil pada trimester pertama (3 bulan pertama), yang  sering mengalami mual dan muntah, tidak dianjurkan untuk berpuasa, karena dikhawatirkan akan mengalami dehidrasi saat berpuasa,
Anda diperbolehkan puasa saat hamil jika:
  • Anda merasa kuat dan cukup baik
  •  Kehamilan Anda berjalan dengan baik 
  •   Usia kehamilan anda berada di trimester kedua ( sudah melawati 3 bulan pertama)
  • Namun, jika Anda tidak merasa cukup kuat, hukum Islam memberikan izin jelas untuk tidak puasa. Anda sebaiknya berkonsultasidengan dokter dan mendapatkan pemeriksaan kesehatan umum sebelum memutuskan untuk berpuasa.

Apa yang perlu diperhatikan  dalam berpuasa saat hamil?
  • Pastikan untuk mengkonsumsi berbagai makanan sehat dan banyak minum ketika Anda sahur dan berbuka puasa.
  • Pastikan Anda mendapatkan banyak protein dari kacang-kacangan, kacang-kacangan dan dimasak daging dan telur. Protein diperlukan untuk membantu bayi Anda tumbuh dengan baik    
  • Pilih makanan yang melepaskan energi secara perlahan - seperti ikan, daging, telur, dan kacang-kacangan berbuka puasa.
  •  Hindari makanan manis yang akan meningkatkan kadar gula darah dengan cepat (dan juga akan turun dengan cepat), dan ini dapat membuat Anda merasa lemas dan pusing.
  •  Minum banyak cairan. Anda bisa mengalami dehidrasi terutama ketika Ramadhan jatuh dalam cuaca yang sangat panas.

Apakah ada tanda-tanda peringatan yang perlu saya ketahui?
Segera batalkan puasa, dan hubungi dokter jika:
  •  Anda merasa pusing, pingsan, lemah atau terlalu lelah. Istirahat selama setengah jam untuk melihat apakah Anda merasa lebih baik. Jika tidak ada perubahan, hubungi dokter Anda.
  •  Anda mulai merasa mual atau muntah.
  • Ada perubahan nyata dalam gerakan bayi Anda. Jika Anda merasa bahwa bayi Anda tidak bergerak atau menendang banyak, sangat penting untuk periksa  dokter.
  • Anda menjadi sangat haus atau urin Anda menjadi berwarna gelap dan berbau tajam. Ini adalah tanda dehidrasi.
  • Anda merasakan mules atau kontraksi,  Ini bisa menjadi tanda persalinan prematur dan Anda harus segera ke  dokter.
  • Berat badan anda menurun selama puasa
  • Anda merasa sakit kepala atau sakit lainnya, atau demam.
Bagaimana dengan Ibu yang menyusui? Apakah boleh berpuasa?

Satu hal yang perlu diingat, walaupun Anda tidak makan selama 14 jam (lama rata-rata orang berpuasa), komposisi ASI tidak akan berubah ataupun berkurang kualitasnya. Hal ini dikarenakan tubuh akan melakukan “mekanisme kompensasi” dengan mengambil cadangan zat-zat gizi seperti energi, lemak, protein,vitamin, dan mineral dari simpanan tubuh. Ketika Anda berbuka, tubuh akan mengganti cadangan zat-zat yang diambil tersebut sehingga tidak akan menyebabkan kekurangan gizi.
Komposisi ASI hanya akan berkurang jika Anda mengalami kekurangan gizi berat. Menyebabkan tubuh tidak bisa mengambil cadangan zat gizi yang bisa memenuhi kebutuhan produksi ASI secara lengkap.

Namun harus juga dipertimbangkan kembali untuk tidak berpuasa saat menyusui jika Anda memiliki aktifitas tinggi dan harus tetap menyusui. Begitu pun jika masih menyusui eksklusif (usia bayi kurang dari enam bulan). Pada masa menyusui eksklusif, ASI menjadi satu-satunya asupan gizi bayi bayi. Pada masa ini juga tubuh Anda bekerja giat untuk terus-menerus memproduksi ASI dengan komposisi gizi yang lengkap.

Semoga sedikit tulisan ini bisa memberi manfaat bagi Ibu-ibu yang berencana untuk berpuasa saat hamil dan menyusui...
READ MORE - Puasa di Saat Hamil

4/10/2013

Muhammad Daffa Ayyasy Miraya (March 20,2013 - March 26, 2013)

Dear anakku sayang, meski umurmu hanya 5 hari, tapi kamu memberikan jasa yang besar pada papa dan mama.

Sejak masih di dalam kandungan, kamu membuat papa semakin sayang dengan mama, kehadiran mu di dunia telah mengantarkan papa menjadi SpOG, bahkan di detik-detik kepergianmu, kamu tidak mau pergi sebelum papa sholat, dan masih bisa menyuruh papa sholat krn tau papa jarang sholat....

terima kasih banyak anakku sayang......semoga papa dan mama bisa melihatmu lagi kehidupan selanjutnya......


Tears In Heaven
(By Eric Clapton)

Would you know my name?
If I saw you in heaven?

Would you feel the same?
If I saw you in heaven?
I must be strong and carry on...
'Cause I know I don't belong here in heaven...

Would you hold my hand?
If I saw you in heaven?
Would you help me stand?
If I saw you in heaven?
I'll find my way through night and day?
'Cause I know I just can't stay here in heaven

Time can bring you down, time can bend your knees
Time can break your heart, have you begging please, begging please

Beyond the door there's peace I'm sureAnd I know there'll be no more tears in heaven....






READ MORE - Muhammad Daffa Ayyasy Miraya (March 20,2013 - March 26, 2013)

3/24/2013

100% Peserta Ujian Nasional Jakarta 23 Maret 2013 LULUS!! Horreee….

Hari Sabtu, 23 Maret 2013 adalah hari yang cukup panas-adem, setidaknya bagi 65 peserta program studi dokter spesialis Ob-Gin. 

Pada hari itu adalah hari ditentukannya mereka layak menyandang gelar Spesialis Obstetri dan Ginekologi (SpOG) atau tidak. 

Panas, karena mereka siang malam nggak bisa tidur, makan nggak enak, tidurpun nggak nyenyak. Mereka sudah seminggu bersemedi demi melewati pintu yang namanya “Ujian Nasional”.
 

Perjuangan mereka nampaknya nggak sia-sia…Setelah berjibaku bersama soal-soal yang diajukan, tepat pukul 17.00 ke-65 dokter peserta ujian itu dinyatakan LULUS ujian nasional! Congrats ya!! Proud of you all… :D

Selamat menempuh kehidupan baru sebagai seorang Spesialis Obstetri dan Ginekologi, buktikan dan baktikan keahlianmu untuk bangsa dan negara !

Alhamdulillah, saya termasuk di antaranya yang lulus.....

Sumber : http://kolegiumobgin.wordpress.com/2013/03/21/selamat-datang-peserta-ujian-nasional-jakarta-23-maret-2013/
READ MORE - 100% Peserta Ujian Nasional Jakarta 23 Maret 2013 LULUS!! Horreee….

7/17/2011

PROFIL: Dr. dr. H. Rizani Amran, SpOG(K) : Doktor Pertama Departemen ObGyn FK UNSRI / RSMH

MENJADI doktor pertama kebidanan dan kandungan, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sriwijaya tentu membanggakan bagi dr Rizani Amran SpOG(K). Setidaknya, kelahiran Lubuk Linggau, 9 Juli 1948 yang juga kakak kandung Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Marwan Effendy itu, bisa menjadi motivasi bagi dokter obgin lain untuk menyelesaikan atau segera mengambil program doktor.
 
“Akhirnya selesai juga. Tantangan terberat saya biaya pendidikan,” kata Rizani, suami dr RA Aminah dan ayah dari dr Marina SpOG (menantu dr Nizar SpB), Muhammad Fadli ST MT dan Muhammad Farid ST MT (menantu Chairunnisa ST), dan dr Emir Fakhrudin serta kakek dari M Nawfal Fariduddin Aqil ini.

Rizani, yang ketua program studi konsultan Fertilitas & Endokrinologi Reproduksi menceritakan bahwa sebagai kepala rumah tangga, dirinya haru bertanggung jawab walaupun tengah menempuh pendidikan. “Ketika saya ambil program doktor tahun 2004, anak – anak ambil S-2. Padahal, biaya penelitian sangat mahal. Makanya, saya ngalah, tapi tetap bertekad menyelesaikan S-3. Apalagi, di bagian kebidanan dan kandungan FK Unsri, kita belum punya doktor.”


Tekad Rizani membuahkan hasil. Pada tanggal 18 Juni 2011, bertempat di ruang aula lantai II Gedung Pascasarjana Unair, Surabaya, ia di kukuhkan. Penelitian yang ia lakukan berjudul “ Beberapa faktor selluler dan molekuler yang berpengaruh pada endometrium akseptor depo medroxi progesterone asetat dengan gangguan pola pendarahan” Sukses yang di raih Rizani tak lepas dari kerja keras dirinya serta dorongan kedua orang tua nya, Masyaris (alm) dan Zahara (almh). 

Ia menamatkan SR Negeri Lubuk Linggau, SMP N Lubuk Linggau, SMA N Lahat, Pendidikan Dokter Umum, FK Unsri. Lalu, Pendidikan dokter spesialis Obgin FK Unsri, dan Pendidikan S-3 Program Studi Ilmu Kedokteran Unair. “Orang tua saya itu Keras. Kalau tidak belajar kena cambuk,” Ujarnya mengenang New
READ MORE - PROFIL: Dr. dr. H. Rizani Amran, SpOG(K) : Doktor Pertama Departemen ObGyn FK UNSRI / RSMH

1/27/2011

Letak Lintang

Letak lintang ialah suatu kehamilan dimana letak janin melintang terhadap rahim ibu, atau sumbu panjang janin melintang terhadap sumbu panjang ibu. Sesungguhnya tidak ada letak lintang sejati, atau letak lintang dimana sumbu panjang janin dan ibu membentuk sudut 90o. Biasanya letak anak itu seikit miring, dengan bokong atau kepala yang lebih rendah mendekati pintu atas panggul.

Letak lintang lebih penting artinya dibandingkan presentasi bokong, karena pada umumnya letak lintang tidak dapat dilahirkan pervaginam sehingga jika tidak mendapat pertolongan, akan menimbulkan bahaya besar baik terhadap anak ataupun ibu.

Letak lintang dapat dibagi menjadi 2 macam, yang dibagi berdasarkan:

a. Letak kepala
  1. Kepala anak bisa di sebelah kiri ibu
  2. Kepala anak bisa di sebelah kanan ibu
b.  Letak punggung
  1. Jika punggung terletak di sebelah depan ibu, disebut dorso-anterior
  2. Jika punggung terletak di sebelah belakang ibu, disebut dorso-posterior
  3. Jika punggung terletak di sebelah atas ibu, disebut dorso-superior
  4. Jika punggung terletak di sebelah bawah ibu, disebut dorso-inferior
Frekuensi letak lintang dalam literatur disebutkan sekitar 0,5%-2%. Sedangkan di Indonesia sekitar 0,5%.
Letak lintang lebih banyak pada multipara daripada primipara, karena yang menjadikan letak lintang pada umumnya hampir sama dengan kelainan yang menyebabkan presentasi bokong .

Namun harus dikemukakan satu faktor yang terpenting , yaitu jika ruang rahim memberi kesempatan bagi janin untuk bergerak lebih leluasa. Ini mungkin, jika dinding uterus dan dinding perut ibu sudah begitu lembek, misalnya pada wanita grandemultipara, atau malah pada panggul sempit.

DIAGNOSIS
Dengan pemeriksaan luar, biasanya tidak begitu sulit untuk menentukan letak lintang, kecuali pada keadaan-keadaan pada primipara dengan perut yang sangat kencang, atau pda hidramnion, gemelli (kembar), atau jika ada tumor.

Pada inspeksi kelihatan perut membuncit tidak dalam ukuran memanjang, melainkan dalam ukuran melintang. Pada palpasi menunjukkan fundus uteri lebih rendah jika dibandingkan dengan usia kehamilan. Selain itu pada sebelah bawah di atas simfisis tidak teraba bagian besar, sedangkan kepala anak dapat diraba di samping kiri atau kanan. Kadan dapat teraba jelas bagian kecil , ini jika punggung anak terletak di sebelah belakang. Denyut jantung janin kerapkali terdengar di sebelah belakang.

Pada periksa dalam, pada permulaan partus, jika ketuban belum pecah, umumnya dengan periksa dalam masih sukar untuk menentukan dengan pasti diagnosis letak lintang. Hanya kita harus memfokuskan bahwa dapat dirasakan rongga panggul masih kosong , atau dalam waktu his, tidak teraba dengan nyata bagian-bagian kecil dari janin yang terdapat di atas pintu atas panggul.

Dengan kata lain, diagnosis akan lebih pasti jika pembukaan sudah cukup luas. Dalam pemeriksaan kita harus berusaha dengan periksa dalam yang dilakukan tidak malah memecahkan ketuban. Ini berhubungan dengan kemungkinan apakah kita masih dapat merubah letak anak menjadi letak kepala, yaitu dengan versi luar.
Jika ketuban sudah pecah, dan pembukaan sudah lebih luas, maka barulah periksa dalam memberi kenyataan yang cukup dan diagnosis menjadi lebih mudah. Jika mungkin, supaya jelas, periksa dalam dilakukan dengan 4 jari atau tangan seluruhnya. Dengan demikian bisa diketahui dengan pasti bagian-bagian tubuh anak yang dapat diraba.

Bagian tubuh anak yang jelas diraba ialah dimana terdapat tulang keras dan berhubung dengan ini sebagai pokok diagnosis letak lintang, ialah jika dapat diraba tulang-tulang iga, lebih nyata lagi jika disamping itu dapat diraba tulang belikat (scapula) yang berbentuk segitiga, atau tulang scapula.

Pada letak lintang seringkali terjadi dengan tangan letak terkemuka, artinya tangan sudah turun terlebih dahulu dan dapat diraba di dalam vagina, atau selurh lengan sudah menumbung dan kelihatan tangan di luar vulva.
Tangan harus dibedakan dengan kaki, yaitu jika kaki akan teraba tulang kalkaneus, dan jari-jari lebih pendek dan rapat, bahkan hampir sama panjang. Berbeda dengan tangan yang lebih jarang dan jari-jari berbeda panjangnya. Jika betul tangan , untuk membedakannya tangan kanan atau kiri, dapat dilakukan dengan menjabat tangan tersebut. Jika cocok dalam berjabat tangan kanan, maka tangan yang menumbung itu adalah tangan kanan.


MEKANISME PERSALINAN PADA LETAK LINTANG
Pada permulaan persalinan dalam letak lintang, pintu atas panggung tidak tertutup oleh bagian bawah anak seperti pada letak memanjang. Oleh karena itu seringkali ketuban sudah lebih dulu pecah sebelum pembukaan lengkap atau hampir lengkap. Setelah ketuban pecah, maka tidak ada lagi tekanan pada bagian bawah, sehingga persalinan berlangsung lebih lama.

His berperan dalam meluaskan pembukaan, selain itu dengan kontraksi yang semakin kuat, maka anak makin terdorong ke bawah. Akibatnya tubuh anak menjadi membengkok sedikit, terutama pada bagian yang mudah membengkok, yaitu di daerah tulang leher. Ini pun disebabkan karena biasnaya ketuban sudah lekas pecah dan karena tak ada lagi air ketuban, maka dinding uterus lebih menekan anak di dalam rahim. Dengan demikian bagian anak yang lebih rendah akan masuk lebih dulu ke dalam pintu atas panggul, yaitu bahu anak.
Karena pada letak lintang pintu atas panggul tidak begitu tertutup, maka tali pusat seringkali menumbung, dan ini akan memperburuk keadaan janin.

Bila pembukaan telah lengkap, ini pada awalnya tidak begitu jelas tampaknya. Karena tidak ada tekanan dari atas oleh bagian anak pada lingkaran pembukaan, makan lingkaran ini tidak dapat lenyap sama sekali, senantiasa masih berasa pinggirnya seperti suatu corong yang lembut. Penting untuk diketahui, bahwa tidak ada pembukaan yang benar-benar lengkap pada letak lintang seperti halnya pembukaan lengkap pada letak memanjang. Tandanya pembukaan itu sudah lengkap adalah lingkaran pembukaan itu mudah dilalui oleh kepalan tangan pemeriksa, sedangkan pada pembukaan yang belum lengkap, kepalan tangan pemeriksa sukar untuk memasuki lingkaran tersebut.

Lain halnya dengan letak memanjang, pada letak lintang setelah pembukaan lengkap, karena his dan tenaga mengejan, badan anak tidak dapat dikeluarkan dari rongga rahim, akan tetapi sebagian besar masih di dalam uterus, meskipun tubuh anak menjadi semakin membengkok.. Jika ini terjadi terus menerus, maka akan terjadi suatu letak lintang kasep, dimana tubuh anak tidak dapat lagi didorong ke atas. Letak lintang kasep terjadi bukanlah karena lamanya persalinan, namun faktor yang penting ialah karena faktor kuatnya his. Pada letak lintang kasep, biasanya anak telah mati, yang disebabkan karena kompresi pada tali pusat, perdarahan pada plasenta, ataupun cedera organ dalam karena tubuh anak terkompresi dan membengkok.




Gambar 1. Letak lintang Kasep dengan lengan menumbung

Bila keadaan kasep ini dibiarkan saja, makan dapat terjadi ruptur uteri yang sangat berbahaya pada bagi ibu.


PERSALINAN PERVAGINAM PADA LETAK LINTANG
Kadangkala dalam letak lintang anak dapat dilahirkan secara pervaginam, ini dapat terjadi pada anak yang kecil (preterm), atau pada anak yang telah mati. Pada anak yang normal dan hidup, hal ini sama sekali tidak diharapkan

Evolutio Spontanea
Karena tenaga his dan tenaga mengejan, maka bahu anak turun dan masuk ke dalam rongga panggul, sedangkan kepala tertekan dan tinggal di atas. Pada suatu waktu, bahu itu lahir di bawah simfisis, dan sekarang dengan bahu itu sebagai hipomoklion, lahirlah berturut turut bagian atas badan, yaitu samping dada diikuti oleh perut, bokong , kaki dan kepala. Cara ini disebut cara DOUGLAS.

 
Gambar 2. Evolutio Spontanea cara Douglas
 
Ada keadaan dimana bahu dan kepala anak tertekan dan tinggal di atas pintu atas panggul. Yang tertekuk adalah punggung dan pinggang. Dengan demikian maka pada suatu ketika bokong sama tingginya dengan bahu dan selanjutnya lahir lebih dahulu bokong, dan kaki, dilanjutkan dengan badan dan kepala. Cara ini disebut cara DENMAN






Gambar 3. Evolutio Spontanea Cara Denman




Conduplicatio Corpore
Hal ini berlaku terutama pada panggul luar dan anak yang kecil, yaitu kepala anak tidak tertahan di atas, sehingga kepala dan perut sama-sama turun ke dalam rongga panggul dan dengan keadaan terlipat lahirlah kepala dan perut, dilanjutkan dengan bokong dan kaki.



Gambar 4. Conduplicatio Corpore 


PENATALAKSANAAN PADA LETAK LINTANG
Saat Hamil
Pada saat hamil, pada usia kehamilan 34-36 minggu dapat dianjurkan untuk dilakukan knee chest position sampai usia kehamilan >36 minggu. Setelah itu , jika masih dalam letak lintang, maka dapat dilakukan versi luar jika syarat memenuhi


Saat Persalinan
Ada dua hal yang harus diperhatikan dalam pertolongan persalinan pada letak lintang, yaitu ketuban dan pembukaan.

Jika ketuban belum pecah, dan pembukaan masih kecil (<4cm), dapat dicoba untuk dilakukan versi luar hingga menjadi presentasi kepala atau presentasi bokong. Jika versi luar gagal dan tidak terjadi komplikasi maka dapat ditunggu sampai pembukaan lengkap. Namun jika pembukaan sudah besar, versi luar sangat tidak dianjurkan. Dalam hal ini ketuban harus dijaga jangan sampai pecah dan ibu diminta berbaring miring dan dilarang mengejan. Ditunggu sampai pembukaan lengkap, setelah lengkap , ketuban dipecahkan dan dilakukan versi ekstraksi.

Jika ketuban sudah pecah, dan pembukaan belum lengkap, maka seksio sesarea adalah jalan terbaik. Meskipun pada literatur lama mengatakan dapat ditunggu sampai lengkap dan dilakukan versi ekstraksi, namun mungkin hal ini tidak relevan lagi pada masa sekarang. Jika pembukaan sudah lengkap, maka perlu diketahui apakah sudah terjadi letak lintang kasep atau belum. Jika sudah terjadi letak lintang kasep, cara mengetahuinya adalah dengan mencoba mendorong bagian terbawah janin, jika tidak dapat didorong lagi, maka dapat ditegakkan diagnosis letak lintang kasep. Penatalaksanaanya adalah dengan melihat anak hidup atau sudah mati. Jika anak masih hidup, maka segera dilakukan seksio sesarea. Namun jika anak mati, dapat dipertimbangkan untuk dilakukan embriotomi. Jika belum terjadi letak lintang kasep, maka dapat dicoba untuk dilakukan versi ekstraksi.

Sumber: S. A. Goelam. arts. Imu Kebidanan. Balai Pustaka Djakarta. 1958
READ MORE - Letak Lintang

12/15/2010

VERSI

Versi adalah suatu tindakan merubah letak janin dari suatu kutub ke kutub yang lain yang lebih menguntungkan untuk persalinan pervaginam

PEMBAGIAN VERSI:

Berdasarkan Arah Pemutaran
1. Versi Sefalik : bagian terendah janin diubah menjadi kepala
2. Versi Podalik : bagian terendah janin diubah menjadi bokong

Berdasarkan Cara Pemutaran :
1. Versi Luar / Eksternal : kedua tangan penolong berada di luar uterus
             Versi luar terbagi menjadi:
                      i. Versi Sefalik  merubah bagian terbawah jadi kepala
                      ii. Versi Podalik merubah bagian terbawah jadi bokong
2. Versi Dalam / Internal : Kedua tangan penolong berada di dalam uterus
3. Versi Kombinasi : Salah satu tangan penolong berada di luar uterus, dan satu lagi berada di dalam uterus

Berdasarkan Pembukaan Serviks / kontraksi uterus
1. Versi Braxton Hicks : Dilakukan pada pembukaan 2-3 cm
2. Versi ekstraksi : Dilakukan pada pembukaan lengkap


VERSI LUAR
Versi Luar ada dua macam, yaitu:
         VERSI SEFALIK:
          Dilakukan pada : - presentasi bokong
                                     - Letak lintang
          VERSI PODALIK
          Dilakukan pada : - letak lintang
                                     - presentasi kepala dengan tali pusat terkemuka
                                      - presentasi kepala dengan tangan terkemuka

Kontraindikasi dalam melakukan versi luar:
1. Ketubah pecah
2. Hipertensi dapat menyebabkan terjadinya solusio plasenta
3. Cacat rahim (bekas SC)  dapat menyebabkan terjadinya ruptur uteri
4. Plasenta Previa/perdarahan ante partum
5. Kehamilan Ganda dpat menyebabkan interlocking dan bergesernya janin yang lainnya
6. Primigravida Tua  faktor sosial

Syarat untuk melakukan Versi Luar :
1. Ketuban belum pecah
2. Tidak ada DKP/panggul sempit
3. Janin diyakini dapat lahir pervaginam
4. Pembukaan < 4 cm
5. Bagian terendah janin masih dapat dibebaskan dari pintu atas panggul
6. Tersedia Ruang operasi jika diperlukan seksio sesar darurat

 

Tahapan Dalam Melakukan Versi Luar:

Dalam melakukan versi luar, terdapat 4 tahapan:
1. Tahap Mobilisasi: Mengeluarkan bagian terendah janin dari PAP
2. Tahap Eksentrasi : Meletakkan bagian terendah ke fossa iliaka agar radius rotasi lebih pendek
3. Tahap Rotasi : Memutar bagian terendah janin ke arah yang diinginkan
4. Tahap Fiksasi: Memfiksasi perut ibu dengan tujuan letak janin tidak berubah kembali

Ad. 1. Tahap mobilisasi:
Adalah tahap dimana penolong membebaskan bagian terbawah janin dari pintu atas panggul, Posisi penolong berada di sebelah kiri ibu, menghadap kaki ibu.

Ad.2 Tahap Eksentrasi
Adalah tahap setelah membebaskan bagian terendah janin, kemudian diletakkan di fossa iliaca. Pada Tahap ini penolong berada di sebelah kanan ibu, menghadap muka ibu

Ad.3 Tahap Rotasi
Pada tahap ini penolong merotasi janin dengan kedua tangan. Arah putaran dilakukan ke arah yang lebih dekat ke pintu atas panggul, atau ke arah yang tidak ada tahanan. Setelah putaran berhasil dilakukan, diperiksa denyut jantung janin, apakah terjadi gawat janin atau tidak


Ad.4. Tahap Fiksasi
Setelah dilakukan rotasi sesuai dengan yang diinginkan, perut ibu dipasang gurita, selama satu minggu sampai kontrol ulang


Versi Luar dianggap gagal apabila:
1. Ibu merasa kesakitan, versi luar harus segera dihentikan
2. Terjadi gawat janin, maka janin dikembalikan di posisi semula
3. Terdapat tahanan saat memutar janin

Komplikasi versi luar:
1. Pada tali pusat yang terlalu pendek, dapat menyebabkan solusio plasenta
2. Pada tali pusat yang terlalu panjang, dapat menyebabkan lilitan tali pusat.
3. Ketuban pecah

4. Ruptur uteri

VERSI BRAXTON HICKS
Versi yang dilakukan secara kombinasi, satu tangan penolong berada di luar, satu lagi berada di dalam. Versi ini dilakukan pada pembukaan 2-3 cm

Indikasi pada versi braxton hicks:
1. Letak bahu : untuk mencegah terjadinya letak lintang kasep’
2. Plasenta previa: untuk menjadikan bokong atau kepala sebagai tampon, sehingga diharapkan dapat menghentikan perdarahan.


Versi braxton hicks tidak lagi dikerjakan karena:
1. Sukar untuk dilakukan
2. Pada plasenta previa dapat menimbulkan robekan serviks yang rapuh
3. Mengakibatkan kematian janin


VERSI EKSTRAKSI
Versi yang dilakukan secara kombinasi, dimana terdapat dua macam tindakan, yaitu versi , dan ekstraksi. Versi ini dilakukan pada pembukaan lengkap

Indikasi pada versi ekstraksi:
1. Anak kedua gemelli letak lintang
2. Letak kepala dengan prolaps tali pusat
3. Presentasi dahi
 


Kontra indikasi pada versi ekstraksi:
1. Ruptur uteri
2. Cacat rahim (bekas SC)

Syarat dilakukan versi ekstraksi:
1. Pembukaan lengkap
2. Ketuban belum pecah/ baru pecah
3. Janin belum masuk pintu atas panggul
4. Dinding rahim harus rileks, karena itu harus dilakukan dalam keadaan narkose umum.
READ MORE - VERSI

PEMERIKSAAN USG OBSTETRI DASAR : Pemeriksaan Trimester Pertama

-->
Pemeriksaan USG obstetri  dasar, wajib dikuasai oleh setiap ahli obstetri dan ginekologi, karena ilmu ini akan diaplikasikan dalam praktetk sehari-hari. Dalam melakukan pemeriksaan USG, tentu saja harus berdasarkan indikasi, baik itu untuk mengetahui keadaan janin, ketuban ,plasenta, dan sebagainya.
Indikasi dalam pemeriksaan USG ada 5 macam, diantaranya:
1.       Indikasi Obstetri, misalnya untuk mengetahui keadaan janin, plasenta, ketuban, kelainan congenital, dll
2.       Indikasi Ginekologi, misalnya kecurigaan terhadap adanya tumor seperti mioma uteri, kistoma ovarii, dll
3.       Indikasi Onkologi,
4.       Indikasi Endokrinologi dan reproduksi, misalnya  untuk melihat keadaan genitalia interna pada pasien-pasien infertile
5.       Indikasi Uroginekologi, misalnya untuk memeriksa fistula .
Kapankah kita melakukan pemeriksaan USG?

Menurut WHO, pemeriksaan USG untuk keperluan antenatal, sebaiknya dilakukan sesuai usia gestasi, satu kali pada trimester pertama, satu kali pada trimester kedua, dan satu kali pada trimester ke tiga. Selebihnya dilakukan bila ada indikasi seperti pecah ketuban sebelum waktunya, kehamilan lewat waktu, dsb.
Persiapan Sebelum Pemeriksaan
Sebelum melakukan pemeriksaan, tentu kita harus memiliki persiapan yang cukup, diantaranya adalah:
1.       Pencegahan Infeksi
Merupakan hal yang wajib, dan sudah menjadi standar hampir di semua  instansi kesehatan, misalnya mencuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien, membersihkan transduser USG sebelum dan sesudah melakukan pemeriksaan, menggunakan kondom dalam melakukan pemeriksaan USG transvaginal / transrectal, atau pun USG invasive, membuang sampah pada tempatnya
2.       Persiapan Alat dan ruangan
a.       Tentunya alat USG harus dimiliki, dan ruangan yang cukup luas dan ber AC, sehingga keawetan alat dapat dijaga. Suplai listrik yang cukup, dan backup power listrik jika sewaktu-waktu mati lampu/arus listrik terputus .
b.      Jelly untuk melakukan pemeriksaan dan tissue untuk melindungi baju pasien dari jelly dan membersihkan transduser
c.       Bed periksa untuk pasien, dan ruang untuk ganti baju pasien
d.      Ruang tunggu untuk pasien yang dipisahkan dari ruang periksa
e.      Toilet untuk pasien , terutama untuk pasien yang kandung kemih penuh setelah pemeriksaan
f.        Tempat minum , agar pasien-pasien yang dalam pemeriksaannya diperlukan dalam keadaan kandung kemih penuh.
g.       Tempat sampah dan tempat cuci tangan
3.       Persiapan Pasien
a.       Informed Consent, sangat penting, buatlah pasien mengerti bahwa pemeriksaan USG bukanlah pemeriksaan dewa, maksudnya adalah pemeriksaan USG tidak 100% benar, USG masih memiliki tingkat kesalahan yang cukup dalam membuat kesalahan diagnosis.
b.      Bagi pasien-pasien yang dalam kehamilan muda, diperlukan kandung kemih yang penuh agar batas uterus menjadi lebih jelas/tegas.
4.       Persiapan Pemeriksa
a.       Pemeriksa harus mengetahui dengan jelas apa indikasi pemeriksaan USG yang akan dilakukannya.
b.      Pemeriksa harus memiliki ilmu pengetahuan dan skill yang cukup dalam melakukan pemeriksaan.

Macam Pemeriksaan USG:
1.       USG transabdominal
2.       USG transvaginal
3.       USG transrectal
4.       USG transperineal
5.       USG Invasif.
Pemeriksaan USG Obstetri dibagi berdasarkan usia gestasi kehamilan, di antaranya adalah:
1.       Pemeriksaan USG Trimester I
2.       Pemeriksaan USG Trimester II
3.       Pemeriksaan USG Trimester III

PEMERIKSAAN USG TRIMESTER I
Pada pemeriksaan USG trimester pertama, terutama jika pasien hamil dengan usia gestasi  dibawah 10 minggu, penggunaan USG transvaginal adalah metode yang lebih baik daripada menggunakan USG transabdominal. Karena keakuratan USG transvaginal pada usia kehamilan muda lebih akurat daripada USG transabdominal. Yang harus dinilai oleh pemeriksa dalam melakukan pemeriksaan USG trimester I adalah:
1.       Ada tidak nya kehamilan
2.       Lokasi Kehamilan
3.       Tanda Kehidupan Janin
4.       Jumlah Janin
5.       Usia Gestasi
6.       Tanda Kegagalan Kehamilan
7.       Kelainan Kongenital
Ad.1. Ada Tidaknya Kehamilan
Jika Pasien datang dan mengaku hamil, dengan penampilan seperti wanita yang tidak hamil, sebelum melakukan pemeriksaan ada baiknya kita lakukan tes kehamilan dulu, bisa dengan menggunakan test pack. Hal ini dapat membantuik kita dalam mendiagnosis kehamilannya. Sedangkan dengan pemeriksaan USG , Jika wanita tersebut hamil, pada kehamilan sekitar 4-5 minggu , dapat kita temukan adanya kantong kehamilan pada cavum uterusnya.
Ad.2. Lokasi Kehamilan
Menentukan lokasi kehamilan sangat penting, meskipun terlihat sepele. Terutama jika tes kehamilan positif, sedangkan kita tidak menemukan kantong kehamilan dalam cavum uteri,  bisa ada dua kemungkinan, yang pertama adalah pasien tersebut memang hamil dan usia kehamilan masih sangat munda (diabawah 4 minggu), sehingga kantong kehamilan tidak terlihat, atau kehamilannya tidak berada dalam uterus.
Ad.3. Menentukan Tanda Kehidupan Janin
Tanda kehidupan janin dapat didiagnosis dengan melihat adanya pulsasi pada embrio, dan hal ini dapat terlihat pada usia kehamilan 5-6 minggu. Jika kita menemukan kantung kehamilan tanpa menemukan pulsasi, jangan cepat mengira itu adalah death conceptus, namun sebaiknya pasien disuruh control 1-2 minggu lagi, untuk menunggu, mungkin saja memang pulsasi belum benar-benar terlihat.
Ad.4. Menentukan Jumlah Janin
Menentukan jumlah janin dapat dilakukan mulai pada saat kantong gestasi terbentuk (usia gestasi 4-5 minggu) . Kehamilan multiple, kita menentukannya bila ditemukan adanya kantong kehamilan lebih dari satu , atau kita menemukan yolk sac yang lebih dari satu. Apabila kita menemukan pada trimester I, harus dikonfirmasi lagi pada pemeriksaan selanjutnya. Dalam memeriksa kehamilan multiple, kita harus dapat menentukan khorionitas dan amnionitas, dimana hal ini akan berhubungan dengan adanya komplikasi pada saat  melahirkan.  Amnionitas dapat dilihat dari jumlah amnionnya. Sedangkan khorionitas dapat dilihat dari batas / sekat antara kedua amnion, apabila batasnya memiliki ketebalan >2mm (sering disebut (lambda sign)  maka kehamilan tersebut memiliki dua khorion, namun jika kurang dari 2 mm, (sering disebut T sign), makan kehamilan tersebut memiliki satu khorion.


Gambaran USG hamil kembar pada usia gestasi  5  minggu dengan dua kantung gestasi


Gambaran USG hamil kembar pada usia gestasi 5 minggu dengan dua yolk sac.



Gambaran kehamilan kembar pada usia gestasi 10 minggu. Pada gambar ini, terlihat bahwa kehamilan multiple nya terdiri dari dua amnion, dan dua khorion.
Ad.5. Menentukan Usia Gestasi
Usia gestasi dapat ditentukan dengan mengukur diameter kantong gestasi (GS), panjang kepala-bokong embrio (Crown Rump Length /CRL), dan diameter yolksac (YS). Sebelum kita membicarakan mengenai pengukuran –pengukuran tersebut, ada baiknya kita mengetahui peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada kehamilan:
Usia Kehamilan 4 minggu
Pada kehamilan 4 minggu biasanya hanya akan terlihat kantong gestasi berdiameter 2-5mm, tertanam dalam endometrium. Yolk Sac biasanya belum dapat teridentifikasi



Usia Kehamilan 5 minggu
Kantong gestasi tampak dalam cavum uteri, dikelilingi endometrium, dan berisi embrio yamg tampak seperti garis lurus menempel pada yolk sac.
Pada usia kehamilan ini kadang sudah dapat terlihat denyut jantung janin (pulsasi)


Usia Kehamilan 6 minggu
Bentuk embrio mulai berubah dari lurus menjadi sedikit fleksi,
Ductus vitellinus tampak menghubungkan embrio dengan yolk sac.
Panjang embrio berkisar 4-10mm



Usia Kehamilan 8 minggu
Embrio tampak terpisah dari yolk sac dan dihubungkan melalui ductus vitellinus, berbentuk seperti huruf  “C” dengan bagian kepala tampak dominan
Mulai terlihat tonjolan ekstremitas
CRL berkisar 11-16mm
Sudah mulai dapat dibedakan struktur kepala dari bagian tubuh janin




Setelah mengetahui peristiwa-peristiwa penting pada kehamilan trimester pertama diatas, kita dapat menyimpulkan kapankah kita mulai bisa mengukur kantong gestasi, yaitu pada usia kehamilan , kapan kita mulai bisa mengukur CRL,  dan mengukur yolksac.
Mengukur  Kantung Gestasi (Gestational Sac / GS)
        Penentuan usia gestasi dengan mengukur kantong gestasi hanya dilakukan bila echo janin beluim tampak
        Dilakukan pada usia kehamilan 4-6 minggu
        Dapat dilihat sejak kehamilan 4 minggu via transvaginal dan 5-6 minggu via transabdominal
        Pengukuran dilakukan dari tepi bagian dalam  ke tepi bagian dalam
        Kesalahan pengukuran sekitar 1-2 minggu
        Kandung kemih pasien tidak boleh terlalu penuh karena akan mempengaruhi bentuk dan hasil pengukuran
        Gestational  Sac masih relevan / akurat  diukur sampai usia kehamilan 6 minggu



Mengukur Panjang Kepala-Bokong Janin (Crown Rump Length / CRL)
        Dapat diukur pada usia kehamilan 8-12 minggu
        Diukur pada posisi netral (mendatar)
        Pengukuran diukur dari kepala sampai bokong
        Jangan sampai ekstremitas dan yolk sac ikut terukur
        Tingkat kesalahan sekitar 5-7 hari
        Masih relevan diukur sampai usia gestasi 12 minggu



Mengukur diameter Yolk Sac (YS)
        Normalnya berbentuk hampir bulat seperti cincin dengan bagian tengah anekoik
        Diameter sekitar 4-6mm
        Dapat diidentifikasi pada usia gestasi 6 minggu
        Diameter maximum  6mm pada usia kehamilan 10 minggu



Ad.6. Tanda Kegagalan Kehamilan
Tanda kegagalan kehamilan dapat kita ketahui dengan melihat berbagai hal sebagai berikut:
          Kejadian penting dalam trimester I tidak ditemukan
          Diameter rata-rata kantong gestasi >10mm tanpa yolk sac
          Diameter rata-rata kantong gestasi >18mm tanpa embrio
          Panjang CRL > 5mm namun tak tampak pulse

Ad.7. Penapisan  Kelainan Bawaan
Kelainan congenital , sebenarnya sudah dapat diperkirakan mulai dari pemeriksaan trimester pertama. Ada beberapa hal penting yang perlu diketahui dalam mendiagnosis adanya kelainan congenital mayor pada janin:
  • Nuchal Translusensi
  • Nasal Bone
  • Fokus echogenik intrakardiac
  • Echogenik bowels
Empat tanda di atas sudah dapat ditentukan pada penapisa trimester pertama. Dengan menjumpai salah satu dari empat tanda di atas, kemungkinan besar janin tersebut akan mengalami kelainan congenital pada saat lahirnya.
1. Nuchal Translusensi
        Pengukuran ketebalan jaringan di daerah tengkuk
        Sebagai deteksi dini kelaina kromosom (sindroma down)
        Usia gestasi 10-14 minggu
        Pengukuran dilakukan tegak lurus terhadap kulit tengkuk ke arah luar sampai daerah seperti pita tipis di atas kulit
        Bila NT>3mm , maka kita curiga sindroma down


Gambar di atas menunjukkan nuchal translusensi yang masih dalam batas normal



Gambar di atas menunjukkan penebala nuchal yang mencapai 8.3cm, Hal ini merupakan tanda bahwa adanya kelainan kromosom pada janin ini.
2. Nasal Bone
        Dilakukan pada kehamilan 11-14 minggu dan panjang CRL 45-84mm
        Tampilan gambar diperbesar  à tampak selurh kepala dan bagian atas thoraks
        Potongan mid sagital
Pada daerah hidung harus tampak tiga buah garis hiperekhoik, garis bagian atas adalah kulit hidung, dibawahnya garis tulang hidung, dan yang ketiga adalah kelanjutan dari hidung yang berada diatas garis hidung, letaknya harus lebih tinggi


Gambaran hidung janin normal, di daerah hidung  tampak tiga buah garis hiperekhoik, garis bagian atas adalah kulit hidung, dibawahnya garis tulang hidung, dan yang ketiga adalah kelanjutan dari hidung yang berada diatas garis hidung, yang  letaknya lebih tinggi




Gambaran janin yang tidak memiliki tulang hidung, dimana hanya terlihat dua hiperekhoik saja.
3. Fokus echogenik intrakardiac
        Tampak sebagai suatu struktur yang berwarna putih terang
        Terletak pada ventrikel kiri
        Dilakukan pada usia gestasi 10-14 minggu
        Pertanda kelainan kromosom


Pada gambaran potongan melintang jantung (four chamber view) di atas, Nampak adanya suatu struktur yang hiperekhoik pada ruang jantung, menunjukkan adanya kelainan pada janin ini.
4. Echogenik bowels
        tampak sebagai massa usus yang tampak lebih padat  dan ekhogenik (putih terang)
        Pertanda kelainan kromosom
         




READ MORE - PEMERIKSAAN USG OBSTETRI DASAR : Pemeriksaan Trimester Pertama