6/21/2013

Puasa di Saat Hamil

Banyak Ibu hamil memilih untuk berpuasa dalam waktu tertentu, terutama pada bulan ramadhan yang sebentar lagi akan tiba. Pertanyaan ini seringkali keluar dari ibu-ibu yang sedang hamil, “ Apakah saya boleh berpuasa? Apakah ada pengaruh puasa terhadap kesehatan si kecil?” . Jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini sangat bervariasi, namun semua tergantung dari kondisi kesehatan si ibu sendiri.  Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui efek puasa terhadap kehamilan dan janin, namun hasil yang didapatkan masih kurang memuaskan dan sungguh tergantung dari kondisi si ibu sendiri.

Apakah Efek dari Berpuasa Saat Hamil?
Beberapa penelitian telah dilakukan untuk melihat perbedaan  berat lahir dari bayi yang dilahirkan oleh ibu yang berpuasa dan tidak ,  dan hasilnya tidak didapatkan perbedaan yang signifikan antara bayi dari ibu yang berpuasa, dan bayi dari ibu yang tidak berpuasa. Begitu juga dengan IQ bayi dan tidak menemukan perbedaan. Hal ini berlaku juga dengan sampel darah dari ibu puasa dan menemukan bahwa tidak didapatkan perubahan yang dan cenderung untuk  tidak membahayakan ibu atau bayinya.

Apakah saya boleh berpuasa saat hamil?
Tidak ada jawaban yang pasti, namun semua tergantung dari kondisi  ibu dan usia kehamilannya.
Bagi ibu yang hamil pada trimester pertama (3 bulan pertama), yang  sering mengalami mual dan muntah, tidak dianjurkan untuk berpuasa, karena dikhawatirkan akan mengalami dehidrasi saat berpuasa,
Anda diperbolehkan puasa saat hamil jika:
  • Anda merasa kuat dan cukup baik
  •  Kehamilan Anda berjalan dengan baik 
  •   Usia kehamilan anda berada di trimester kedua ( sudah melawati 3 bulan pertama)
  • Namun, jika Anda tidak merasa cukup kuat, hukum Islam memberikan izin jelas untuk tidak puasa. Anda sebaiknya berkonsultasidengan dokter dan mendapatkan pemeriksaan kesehatan umum sebelum memutuskan untuk berpuasa.

Apa yang perlu diperhatikan  dalam berpuasa saat hamil?
  • Pastikan untuk mengkonsumsi berbagai makanan sehat dan banyak minum ketika Anda sahur dan berbuka puasa.
  • Pastikan Anda mendapatkan banyak protein dari kacang-kacangan, kacang-kacangan dan dimasak daging dan telur. Protein diperlukan untuk membantu bayi Anda tumbuh dengan baik    
  • Pilih makanan yang melepaskan energi secara perlahan - seperti ikan, daging, telur, dan kacang-kacangan berbuka puasa.
  •  Hindari makanan manis yang akan meningkatkan kadar gula darah dengan cepat (dan juga akan turun dengan cepat), dan ini dapat membuat Anda merasa lemas dan pusing.
  •  Minum banyak cairan. Anda bisa mengalami dehidrasi terutama ketika Ramadhan jatuh dalam cuaca yang sangat panas.

Apakah ada tanda-tanda peringatan yang perlu saya ketahui?
Segera batalkan puasa, dan hubungi dokter jika:
  •  Anda merasa pusing, pingsan, lemah atau terlalu lelah. Istirahat selama setengah jam untuk melihat apakah Anda merasa lebih baik. Jika tidak ada perubahan, hubungi dokter Anda.
  •  Anda mulai merasa mual atau muntah.
  • Ada perubahan nyata dalam gerakan bayi Anda. Jika Anda merasa bahwa bayi Anda tidak bergerak atau menendang banyak, sangat penting untuk periksa  dokter.
  • Anda menjadi sangat haus atau urin Anda menjadi berwarna gelap dan berbau tajam. Ini adalah tanda dehidrasi.
  • Anda merasakan mules atau kontraksi,  Ini bisa menjadi tanda persalinan prematur dan Anda harus segera ke  dokter.
  • Berat badan anda menurun selama puasa
  • Anda merasa sakit kepala atau sakit lainnya, atau demam.
Bagaimana dengan Ibu yang menyusui? Apakah boleh berpuasa?

Satu hal yang perlu diingat, walaupun Anda tidak makan selama 14 jam (lama rata-rata orang berpuasa), komposisi ASI tidak akan berubah ataupun berkurang kualitasnya. Hal ini dikarenakan tubuh akan melakukan “mekanisme kompensasi” dengan mengambil cadangan zat-zat gizi seperti energi, lemak, protein,vitamin, dan mineral dari simpanan tubuh. Ketika Anda berbuka, tubuh akan mengganti cadangan zat-zat yang diambil tersebut sehingga tidak akan menyebabkan kekurangan gizi.
Komposisi ASI hanya akan berkurang jika Anda mengalami kekurangan gizi berat. Menyebabkan tubuh tidak bisa mengambil cadangan zat gizi yang bisa memenuhi kebutuhan produksi ASI secara lengkap.

Namun harus juga dipertimbangkan kembali untuk tidak berpuasa saat menyusui jika Anda memiliki aktifitas tinggi dan harus tetap menyusui. Begitu pun jika masih menyusui eksklusif (usia bayi kurang dari enam bulan). Pada masa menyusui eksklusif, ASI menjadi satu-satunya asupan gizi bayi bayi. Pada masa ini juga tubuh Anda bekerja giat untuk terus-menerus memproduksi ASI dengan komposisi gizi yang lengkap.

Semoga sedikit tulisan ini bisa memberi manfaat bagi Ibu-ibu yang berencana untuk berpuasa saat hamil dan menyusui...
READ MORE - Puasa di Saat Hamil