1/08/2010

Kiat Mendapatkan Momongan

Banyak pasangan yang sudah menjalani kehidupan rumah tangga selama bertahun-tahun, namun hingga kini belum juga diberi momongan. Padahal mereka selalu getol memeriksakan diri pergi ke dokter kandungan untuk memastikan kesehatannya. Tak jarang dari hasil pemeriksaan, baik lewat pemeriksaan hormon maupun darah, keduanya dinyatakan normal.

Menyikapi hal tersebut, ada beberapa faktor yang mesti diperhatikan untuk Anda yang ingin cepat memiliki momongan.

Pertama, faktor usia. Usia wanita yang ideal untuk mendapatkan momongan adalah usia di bawah 35 tahun. Jika usia sudah di atas 35 tahun, maka cadangan sel telur di indung telur sudah berkurang dan kualitasnya juga menurun. Jadi persentase untuk mendapatkan momongan juga semakin berkurang, meski tergantung pada masing-masing orang.

Karena masih ada wanita yang bisa hamil walaupun usianya sudah 40 tahun.
Kedua, masa subur. Hal itu tergantung pada siklus menstruasi. Siklus menstruasi wanita normal bervariasi yaitu diantara 21-36 hari. Masa subur dihitung plus minus 3 hari pada 14 hari dari haid berikutnya. Misalnya, bila haid jatuh pada tanggal 28 Juli 2005, maka tanggal subur dihitung 14 hari sebelumnya yaitu 14 Juli 2005. Masa subur plus minus 3 hari dari 14 Juli yaitu 11-17 Juli 2005.

Peluang kehamilan tidak ada hubungannya dengan orgasme dan posisi berhubungan seks. Yang paling penting adalah pertemuan antara sperma dengan sel telur. Saat ejakulasi, minimalkanlah terbuangnya sperma meski hanya dibutuhkan satu sperma untuk membuahi sel telur.

Posisi wanita di atas atau di bawah, berdiri atau gaya lainnya, bisa dilakukan selama hubungan seksual. Setelah ejakulasi panggul wanita sebaiknya ditinggikan atau diletakkan di atas bantal agar sperma terendam di dalam rahim. Dan, yang terpenting adalah sperma pasangan Anda dalam kualitas yang bagus.

Selain itu, olahraga secara teratur sangat baik untuk kesehatan seksual. Dengan berolahraga, maka aliran darah ke semua organ, termasuk kedalam rahim, akan berjalan lancar.

Begitu pula dengan nutrisi yang seimbang.Vitamin E sebagai antioksidan yang banyak dikonsumsi dalam bentuk jus tauge mentah sebetulnya kurang terbukti manfaatnya. Sebagian penelitian mengatakan vitamin E tidak menunjang kesuburan, tapi sebagian lagi mengatakan menunjang kesuburan. Kendati demikian tidak ada salahnya Anda mengkonsumsi vitamin E.

Anda dan pasangan yang sudah memenuhi faktor-faktor di atas, namun belum juga mendapat momongan, sebaiknya Anda berdua memeriksakan diri ke dokter. Ada faktor lain yang ikut menentukan kehamilan yang perlu diperiksa.

Misalnya, wanita harus mempunyai sel telur dan suami memiliki sperma dengan kualitas bagus. Bila wanita dengan pola haid tidak teratur alias maju mundur tidak karuan, maka lebih cenderung dianggap tidak bertelur. Penyebabnya bermacam-macam, bisa akibat gangguan hormonal atau kegemukan.

Suami disebut memiliki sperma dengan kualitas yang bagus bila jumlah spermanya minimal 20 juta sperma, morfologinya (bentuk anatomi) normal dan gerakan sperma (mortilitas) juga bagus.
Kesehatan organ reproduksi juga harus baik. Bentuk rahim, saluran telur, indung telur harus normal. Keberadaan tumor meski sebesar jerawat di dalam saluran telur atau indung telur bisa menyebabkan kemungkinan tidak hamil.

Bila anatomi rahim sudah sehat maka yang perlu diperiksa adalah saluran rahim, jalan masuknya sperma. Jika saluran tersumbat, misalnya karena infeksi, maka otomatis sel sperma tidak bisa bertemu dengan sel telur.
Gangguan hormonal yang dipengaruhi faktor fisik dapat membuat sel telur tidak keluar dari indung telur.

Biasanya dokter memastikan pasiennya memiliki siklus bertelur atau tidak dengan pemeriksaan hormonal dan USG. Pemeriksaan USG yaitu dengan melihat folikel (gelembung kecil) membesar atau tidak dan pecah atau tidak pada hari-hari tertentu di hari ke 13-15 pada saat masa subur dan ketebalan rahim cukup atau tidak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar